Berbahagia dalam mencapai Tujuan, berdamai dengan resiko bahkan negosiasi dg resiko??

kebanyakan dari kita, SALAH KAPRAH mengartikan kesuksesan=keberhasilan.
padahal keduanya gak ada hubungannya. dan yang parah lagi, pemikiran
seperti ini kayaknya sudah jadi mindset kita. jadi kalo apa yg hendak
dicapai tidak terpenuhi… jadi down dan kecewa.

saya percayaa banget kalau apa yg menurut kita terbaik, itu belum tentu
selama memang yg terbaik buat kita. bisa jadi malah buruk. jadi ya, life
must go on aja …. enjoy dg keadaan, berpikir secara positif, melihat
segala hal itu dari dua sisi… peluang dan resiko …. coba selalu
mencari peluangnya aja biar selalu positif thinking…at least lebih
sering positifnya diusahakan.

percaya gak kalau “yang terbaik” itu relatif buat kita? hari ini saya
bilang, saya punya handphone keluaran terbaru… INI TERBAIK! tapi
beberapa bulan bahkan minggu saja, ada keluaran terbaru lagi, handphone
kita udah ketinggalan jaman. kalo dulu betapa bahagianya saya punya
harddisk 120 MB tahun 1993an…dashyat!! itu udah mewah!! sekarang, 40
GB termasuk kecil😦 “Yang Terbaik” bergantung pada waktu dan tempat
kita berada. kalo saat mau bikin rumah, ada tukang bangunan, itu
terbaik! tapi kalau saat mau masak…adanya tukang bangunan, gimana?
mana yg anda butuh saat mau makan?? tukang bangunan yg mahir, atau koki
yg mahir??

kembali kepada kesuksesan dan keberhasilan. berapa banyak org2 sukses yg
tidak bahagia? pejabat negara yg korupsi dan di bui? artis yg dibui
atau jadi momok bagi masyarakat? orang kaya yg khawatir setiap saat
duitnya dirampok atau mobilnya dirampok? mereka orang sukses bukan?
berapa banyak tukang bakso yg bisa bahagia dg hidup pas2an sama
keluarganya? berapa banyak org yg dianggap remeh, tapi bisa hidup
bersahaja dan mengantarkan anaknya menjadi orang2 sukses? kebahagiaan
orang itu sulit di ukur, bahkan dari materi. penghuni rumah 85 m2 dengan
yg rumahnya 300 m2, belum tentu yg rumahnya lebih gede bahagia khan?
lebih sukses mungkin. Bill Gates dan Steve Job, mana yg lebih kaya?
mungkin bisa diukur, mana yg lebih sukses, bisa diukur….mana yg lebih
bahagia?? ga ada yg tahu.

terpicu oleh pernyataan saudara saya. soal kemacetan jakarta, saudara
saya mengeluh waktunya terbuang percuma karena kemacetan ini. ada dua
pilihan dalam hal ini:

  1. Berangkat lebih awal, pulang lebih akhir, biasanya jam 7-8 malam
    jakarta lumayan sepi dalam keadaan normal
  2. Menghadapi kemacetan, dan segera bertemu keluarga yg dirindukan di
    rumah

kadang keadaan membuat kita memilih pilihan yg paling dekat dengan
kebahagiaan kita. saya pilih no.2, saya mau cepat pulang ketemu keluarga
tercinta. mungkin beberapa rekan ada yg pilih no.1 seperti beberapa
rekan kerja saya. mengoptimalkan waktunya, menyelesaikan pekerjaannya
lebih banyak, jadi lebih cepat dari deadline.jadi sebentaran aja di
jalan. semua ada konsekwensi, keuntungan dan kerugian masing2. BANYAK
SEKALI KEADAAN yang tidak sesuai dengan kemauan kita. karena kita semua
hendaknya JANGAN BERHARAP bahwa keadaan akan selalu sesuai keinginan
kita, tapi berpikirlah bahwa anda punya solusi, punya jawaban untuk
menjawabnya.

kalao anda milih yg no.1, masalah selesai sampai di sini.
bagaimana kalau yg pilih nomor 2 seperti saya?
itu adalah pengorbanan anda untuk mencapai tujuan anda, setiap tujuan
ada pengorbanan. ingat ungkapan “berakit-rakit ke hulu berenang-renang
ke tepian”. kalau anda hanya mau berdamai dengan resiko itu, bayangkan
saja keluarga yg menunggu, kesenangan bersama mereka.
bagaimana kalau dengan “bernegosiasi dg resiko”? HAH?? bernegosiasi koq
dengan resiko?? iya bernegosiasi aja dengan resiko, sehingga anda bisa
menikmatinya. contoh kasus macet tadi, saya pernah kena macet total,
saya parkir aja di pinggir jalan makan somay deh hahaha😀 nyummy….
atau anda yg suka nyanyi stel aja lagu-lagu kesukaan anda, atau kalau
kayak saya?? hampir tiap hari pulang berdua dg istri …. bisa
membicarakan topik2 menarik, atau gantian saja, saya sambil bekerja di
mobil mengerjakan kerjaan kantor, fesbukan, atau menulis draft buku
saya. nanti kalau selesai gantian. bahkan kalau pun gak ada yg bisa saya
kerjakan saya bermain2 saja dg pikiran, mengatur rencana2 yg akan saya
kerjakan, mencari inspirasi buku ataupun strategi yg perlu saya hadapi
utk pekerjaan saya kalau ada issue penting. apalagi kalau pulang rame2,
seru banget! ngobrol becandanya bisa ngelupain kemacetan di jalan khan
?? hahaha😀

buat saya tidak perlu saya hitung, sehari macet 1 jam, pulang-pergi 2
jam, seminggu 2×5 jam terbuang waktu 10 jam. itu hanya akan membuat anda
dongkol, karena toh anda gak bisa melakukan sesuatu agar jakarta tidak
macet. jadi siapa yg harus berubah? orang2 di jalan itu? duh! jangan
terlalu berharap merubah orang lain deh…gak semua orang harus
melakukan apa yg kita mau! itu anda perlu pahami benar-benar! yg harus
dirubah siapa?? ya diri kita masing2 lha. kita yg berubah menyiasati
keadaan.

pernah saya katakan kepada seorang sahabat kental, sudah seperti saudara
saya aja dia itu. dia dijajaran management seperti saya. dia mengeluh
pekerjaan begini-begitu. saya coba flashback, dulu kita sama2 staff
biasa, kita selalu happy bahkan di saat lembur 2 hari gak pulang di
client, kita juga happy bisa menyiasatinya. kenapa itu? saya percaya
bahwa KEADAAN TIDAK TERJADI DENGAN SENDIRINYA tetapi KEADAAN ITU KITA YG
MEMBUAT. saya bilang ke dia, dulu kita staff biasa, kita bisa bikin
keadaan, kenapa sekarang kita malah gak bisa?? kan kita yg punya team
sekarang??? alhamdulillah saya dengar, dia bisa merubah iklim kerjanya
lagi menjadi lebih hidup sekarang.

nah jadi bagaimana dg anda? saya ingin berdamai dg resiko ini, bahkan
saya selalu mencoba menemukan ide….hari ini pulang, apa yg bisa saya
lakukan untuk bernegosiasi dengan resiko ini? rumah adalah tujuan anda,
saya tidak bilang SALAH tapi saya bilang RUGI kalau anda menunggu sampai
rumah dulu baru bahagia, kenapa gak dari sekarang? kenapa gak mulai
sejak pulang? bukankah pulang enak? ketemu keluarga yg dicintai?

seperti itupun dalam hidup ini, berbahagialah selalu mencapai apa yg
diinginkan. rugi lho kalau nunggu dapet dulu baru bahagia😦

mohon maaf kalau ada salah2 kata.
semoga bermanfaat.
terima kasih

About upmar102wong

Seorang Planner, Pengatur strategi, negosiator, consular, advisor, mentor, mediator. bangga dg istri yg cantik, pandai, solihah. dia seorang dokter. sekarang saya seorang Development Manager di suatu IT Consulting. Saya suka banget sama kungfu, saya belajar Pa'chi chuan dan Taichi chuan sejak 1998 dari seorang shifu dan seorang guru. saya suka main catur igo, suka baca, nonton film juga. suka bersahabat dg banyak org.
This entry was posted in Motivasi, Tips & Trik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s