Sistem Pengganjian dan menerapkan keuangan perusahaan di keluarga

“sistem penggajian dalam keuangan keluarga”, saya bingung mau bilangnya
apa. tapi konsepnya dari beberapa perusahaan yg saya tau, dimana owner
dari perusahaan menerapkan sistem gajian bagi dirinya, sama seperti
karyawan lain, jadi keuangan perusahaan gak terganggu oleh keuangan
pribadi.

beberapa perusahaan menggunakan sistem keuangan seperti yg saya sebut.
dan saya salut beberapa pengusaha bisa saklek pada dirinya sendiri utk
melakukan pembatasan2 yg ketat bagi keuangan perusahaannya dan pribadi,
sehingga uang perusahaan dapat digunakan modal utk kepentingan
perusahaan. banyakan org keburu gelap mata, dg adanya profit awal, buru2
beli mobil mewah, rumah mewah, akhirnya abis utk kepentingan pribadi
deh. kata beberapa enterpreneur sukses, kapan bisa menikmati keuntungan
itu? mereka menargetkan beberapa cara, ada yg dg patokan jumlah profit
yg mereka dapat, ada yg mematokkan “jumlah cabang yg mereka buka”. gak
ada salahnya memanjakan diri utk memberi hadiah pada diri atas
keberhasilan yg diraih bukan?

karena saya bukan pengusaha (at least belum kali yeee hehehe ),
bagaimana kalau saya terapin ini untuk keluarga. keluarga kita adalah
miniatur dari suatu perusahaan. suami biasanya pencari nafkah utama,
istri pencari nafkah secondary, malahan di rumah juga, anak2 , dan
kadang ada si mbok/mbak yg membantu kegiatan sehari2. perlu kelihaian
anda melihat, siapa yg “lebih pandai” dalam masalah financial
management. anda atau istri? kalau saya, istri saya lebih pandai. jadi
saya berikan semua aset dan financial saya pada dia semua. anda dan
pasangan, jatahkan seperti org gajian. seperti orgtua menjatahkan anak2,
anda suami-istri juga dijatahkan. dengan demikian uang keluarga, bisa
digunakan utk keperluan yg lebih penting, apakah pendidikan anak,
tunjangan hari tua, atau keperluan keluarga utk aset membantu
beraktifitas seperti mobil,laptop,komputer, dst dst yg kira2 PERLU bukan
sekedar INGIN. tentunya dari keuangan keluarga itu juga, diambil buat
keperluan rutin bulanan, seperti beras,gas,air,rekening2 bulanan, biaya
komunikasi,internet,dll.

lalu bagaimana kalau ada kebutuhan lain misalnya? dg dana yg dijatah?
kalau saya pakai “kartu kredit”. karena kartu kredit biasanya hanya
transaksi2 besar saja yg pakai. jadi uang receh anda gak terpakai secara
berlebihan, mengingat anda harus berusaha hidup dg dana cash itu selama
periode yg anda tentukan penjatahannya. kartu kredit bisa dijadikan
alat bantu utk kepentingan bisnis dan pekerjaan, kita pun hendaknya
berhati2 dg menghitung penggunaannya. kata seorang saudara saya dulu
“uang di tangan, uang panas, dipegang sebentar, cepet nguap”…betul
loh? anda cuman perlu Rp. 4.000,- ke ATM ambil 50.000, dalam beberapa
jam saja, 50.000 tidak terasa cepat habis, karena anda tidak dipaksa
berfikir “bagaimana biar ini-itu” anda berfikir “ah ada 50.000 ini”
hehehehe…

lalu kemana uang keluarga itu? seperti perusahaan biasanya punya “hard
cash”, dan dana cadangan di bank. beberapa diputar. sama seperti
keluarga. anda siapkan hard-cash di rumah. kira 10 % dari pendapat total
keluarga sebulan… usahakan hanya 10%, jangan karena bersisa, anda
kumulatifkan. 30% buat cicilan2 dan hutang. pecah tabungan anda, utk
keperluan mendesak ada tabungan darurat sebesar kira2 20-50% pendapatan
sebulan ini juga kalau ada sisa dialihkan ke simpanan pokok. tabungan
darurat ini, taruh di bank yg susah diakses, ATM-nya jarang, dst dst
dst. anda akan berfikir potongannya jika ambil di ATM lain, atau malas
antri di teller. jadi anda akan ambil kalau perlu2 banget dg kesulitan
yg harus anda lakukan. sisanya di simpanan pokok bagaimana? kalau saya
gak saya biarkan ditabungan, saya taruh ditabungan sementara memang, dg
limit tertentu saya ubah menjadi deposito syariah. kenapa? karena uang
anda akan berkembang dg bunga atau bagi hasil kalau di syariah, kemudian
anda dipaksa bertahan dalam periode tertentu, kecuali anda butuh2
banget, anda harus mencairkan dan kena biaya denda karena belum jatuh
tempo. kalau saya, lagi2 dipecah, utk dana simpanan pertahanan terakhir
saya “investasi”, ini benteng terakhir. saya gunakan produk investasi
syariah, uang kita bertambah, dan anda tentunya akan berfikir berkali2
utk mengambilnya (selain pencairannya gak bisa realtime). jaman sekarang
ada namanya investasi emas, seperti beberapa bank mulai program ini.
ini bisa dijadikan alternatif dan resikonya agak kurang dari investasi.
mungkin ada yg kurang, atau salah dg ide ini. silahkan koreksi.

About upmar102wong

Seorang Planner, Pengatur strategi, negosiator, consular, advisor, mentor, mediator. bangga dg istri yg cantik, pandai, solihah. dia seorang dokter. sekarang saya seorang Development Manager di suatu IT Consulting. Saya suka banget sama kungfu, saya belajar Pa'chi chuan dan Taichi chuan sejak 1998 dari seorang shifu dan seorang guru. saya suka main catur igo, suka baca, nonton film juga. suka bersahabat dg banyak org.
This entry was posted in Motivasi, Tips & Trik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s