Metode budgeting by amplop di era digital

Terinspirasi oleh buku karya Aidil Akbar Madjid dan referensi internet:

http://frugalliving.about.com/od/moneymanagement/ht/Envelope_System.htm
http://www.betterbudgeting.com/articles/money/budgetbuilding101.htm

Metode budgeting menggunakan amplop ini adalah metode yg sangat populer, dan merupakan cara mendasar untuk melakukan budgeting. Khususnya bagi orang-orang yg boros seperti saya… “Eat and Movies” hahahaha. Dulu saya merasa gaji saya cukup banyak, suka makan-makan, traktir-traktir, selalu bersisa di akhir bulan, saya tabung. Rasanya uang segitu banyak waktu jadi staff biasa. Setelah saya menikah, ternyata jumlah uang segitu sangat mepet, bahkan kurang kalau dipikir untuk kebutuhan keluarga, beli bensin mobil, belanja bulanan agar dapur ngebul terus, investasi hari tua, investasi pendidikan anak, cicilan rumah, bahkan buat anda yg ingin merintis usaha harus memikirkan investasi untuk modalnya. Hal-hal ini gak terpikirkan oleh saya, dan baru terpikir saat saya mau menikah dan sudah menikah. Ternyata kompleks, dulu gak terasa karena nebeng sama orang tua hahaha.

Bagaimana sih caranya management by amplop yg disampaikan Mas Aidil Akbar?

1. Berapa Dana yang Disiapkan?
Dana yang harus dimasukkan ke dalam amplop investasi kisarannya sekitar 10-20% dari gaji bulanan. Idealnya adalah 25% dari penghasilan yang didapat.

2. Empat Sekat Amplop
Dalam bukunya, Aidil memberikan bonus salah satunya adalah amplop untuk investasi. Di dalam amplop tersebut ada empat sekat untuk empat keperluan investasi yang wajib Anda siapkan yaitu investasi pendidikan anak, investasi dana pensiun, investasi dana pembelian aset (DP mobil, rumah, dll) dan investasi dana untuk keperluan lain (misalnya naik haji).

3. Investasi Pendidikan Anak
Ketika sudah berkeluarga, salah satu dana yang biasanya akan dikeluarkan dalam jumlah cukup besar adalah untuk membayar biaya pendidikan anak. Seiring waktu, biaya pendidikan anak semakin mahal karena inflasi makin tinggi. Aidil pun menyarankan untuk memasukkan dana minimal Rp 250 ribu di sekat investasi dana pendidikan anak ini. Jika diinvestasikan secara rutin setiap bulan ke produk pasar modal seperti saham atau reksadana saham Anda bisa mendapatkan dana ratusan juta rupiah setelah 15 tahun.

4. Investasi Dana Pensiun
Meskipun sudah memiliki dana pensiun dari perusahaan, tidak ada salahnya Anda menyiapkan tambahan. Menurut Aidil biasanya dana pensiun dari kantor hanya bisa memenuhi 25% dari kebutuhan dana setelah pensiun. Oleh karena itu sebaiknya siapkan dana minimal Rp 250 ribu per bulan dan investasikan di saham atau reksadana saham. Taruh di sekat dua amplop investasi.

5. Investasi Dana Pembelian Aset
Setiap orang pasti memiliki kebutuhan untuk membeli aset-aset tertentu seperti mobil atau rumah. Oleh karena itu Anda juga perlu menyiapkan uang untuk investasi dana pembelian aset. Investasi ini biasanya untuk membayar uang muka rumah atau mobil. Taruh uang tersebut di sekat tiga amplop investasi.

6. Investasi Dana untuk Keperluan Lain-lain
Investasi di sekat keempat amplop ini bisa Anda siapkan untuk berbagai keperluan yang sifatnya jangka panjang. Misalnya rencana untuk naik haji atau liburan keliling Eropa. Investasi di sekat keempat ini bisa dilakukan jika ada kelebihan dana.

Jujur saja, saya belum baca bukunya. Karena bukunya agak susah didapat. Ini saya dapat dari resensi org yg sudah membaca bukunya. Bahkan mau beli pun sold out saking larisnya. Akhirnya saya cuman baca-baca resensi bukunya, dan saya percaya metode ini di luar negri pasti ada juga, akhirnya saya cari artikel-artikel bahasa inggris dan benar saja. Metode ini sangat ampuh pada masa lampau saat teknologi perbankan belum seperti sekarang. Namun saya pikir cara ini akan ampuh bagi anda-anda yg ingin mendidik anak untuk mengatur keuangan, sembari anda kontrol jumlah isi amplop mereka setiap bulannya. Mungkin jaman sekarang, kelihatannya gaji orang gede-gede, setelah gajian selalu berpikir untuk membeli apa dan apa, akhirnya habis. Padahal harga barang juga naik seiring tingginya gaji secara relatih. Katakanlah saya baca biografi Warkop DKI, dulu mereka dibayar Rp. 150.000, untuk sekali nanggap dan siaran di radio, jumlah yg cukup besar di jaman mereka. Tapi jaman sekarang, untuk makan sebulan saja susah khan? Dalam sekejap, gaji hanya numpang lewat rekening.

Metode Mas Aidil ini saya modif dikit, mungkin banyak yg tau, ini hanya tukar pikiran saja koq. Jaman sekarang, teknologi informasi makin canggih, teknologi perbankan juga canggih, jadi nasabah bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah. Dengan mudahnya, kita beli HP di roxy tanpa bawa duit bergepok-gepok. yang mau beli tinggal tanya pemilik toko, “Ada m-BCA Koh?”, Engkoh bilang “Ada nomor sekian-sekian”. Harga sudah disepakati, ambil handphone, transfer. Dalam beberapa detik handphone si engkoh bunyi, dana sudah masuk. Transaksi jual-beli selesai. Begitu pun waktu saya beli sepeda, sudah sepakat dg harganya, saya gak bawa duit kecuali beberapa lebar ribuan di dompet yg pasti gak cukup utk bayar sepeda itu. Saya cukup buka laptop dan tanya, “punya rekening apa Mas? yang bisa cek mobile banking ya?”. katanya si Mas itu, “oh rekening mandiri ada m-banking koq!”. Buka laptop, konek ke internet, ketak-ketik-ketuk, dalam hitungan detik SMS si Mas itu bunyi, duit masuk. Transaksi selesai, semua bahagia, semua tersenyum seperti merayakan hari raya hahahaha….

Saya pikir, sangat riskan menyimpan sejumlah uang menggunakan amplop. Buat saya uang cash adalah uang panas yg mudah menguap jika terlalu lama dipegang. Seperti kita memegang batu es, akan meleleh kalo kelamaan dipegang. Analoginya seperti memindahkan batu es dari satu kulkas ke kulkas lain. Kalo kulkasnya itu sebelahan ya persentasi es yg meleleh akan lebih sedikit.

Kita pakai amplop virtual aja, amplop yg gak berbentuk amplop. Apa itu? Buku rekening Bank. Untuk membuka rekening bank, tidak sulit asalkan dana kita memenuhi jumlah saldo awal. Dalam hitungan menit anda punya rekening bank setelah berhadapan dg Mbak-mbak Customer Service di cabang terdekat. Buka empat rekening, saya yakin di jaman sekarang rata-rata kerabat yg saya temui memiliki rekening lebih dari satu bank. Saya gak bilang semuanya, mungkin ada. Tandai masing-masing rekening, lebih baik kalau hapal. Katakan kita punya rekening sebagai berikut:

A. BCA —> Tempat terima gaji
B. Muamalat —> Tempat Investasi keperluan lain
C. BRI —> Investasi pembelian asset (cicilan rumah)
D. Mandiri —> Investasi untuk pendidikan anak
E. BNI —> Investasi dana pensiun

Pada saat terima gaji akhir bulan, hitung post pengeluaran bulan depan, hutang-hutang yg harus dilunasi. Langsung sisihkan minimal 25% dari pendapatan untuk investasi pada rekening-rekening ini.

1. Untuk investasi pembelian asset, transfer dari BCA sejumlah uang cicilan rutin ke rekening BRI.
2. Untuk Investasi pendidikan anak, transfer dari BCA sejumlah uang secara konsisten ke Mandiri, minimal Rp. 250 rb.
3. Untuk Investasi dana pensiun, transfer dari BCA sejumlah uang secara konsisten ke BNI, minimal Rp. 250 rb.
4. Sisanya untuk Dana Investasi lain-lain, transfer dari BCA sejumlah uang ke rekening muamalat sisa dari 25% tersebut.

Sisanya dibiarkan saja di BCA untuk keperluan sehari-hari, kalau ada sisa pada akhir bulan berikutnya. Alihkan saja ke Muamalat. Tabungan Muamalat ini sebagai amplop Investasi lain-lain, bisa kita gunakan untuk beberapa hal untuk mengembangkannya. Misalkan anda secara periodik menargetkan, setiap mencapai angka 5 juta, saya depositokan untuk mencegah pengambilan dari dana ini yg cukup besar, sekalian untuk mengunci dan mempersulit anda mengeruk uang ini jika suatu saat tergoda hahahaha. Atau dijadikan produk investasi, seperti reksadana, unit link atau sejenisnya…. syaratnya jika anda berani dan siap mengambil resiko. Bagi saya gak masalah, toh kalo lagi turun profitnya, tunggu aja sampe naik, seperti saat Krismon II kemarin. Tunggu saja sampe kondisi awal, atau lebih dikit baru dicairkan.

Kemudian persulit akses anda menuju rekening-rekening investasi ini. Kalau bisa gak perlu ATM, Internet Banking atau mobile banking. Cukup menggunakan BCA sebagai sumber dana anda, untuk menggerakan leluasa keuangan anda dari rekening ini. Pakai semua fasilitas yg ada di BCA untuk kemudahan kita mengendalikan uang, dan mengalokasikan dana.

Amplop “Tempat Investasi keperluan lain” adalah daerah paling rawan, anda harus menggerakan uang ini secepatnya agar berputar, berlari dan membutuhkan usaha bagi anda untuk menangkapnya. Bisa dibagi-bagi lagi, misalnya investasikan utk dana Haji, untuk deposito sebagian, ke reksadana, unit link, atau bisa juga dijadikan emas. Kalau anda takut beresiko, deposito adalah pilihan baik. Saran saya buat deposito yg terpisah juga, agar masing-masing deposito mempunyai periode yang terpisah. Kalau anda memiliki usaha tertentu, sebaiknya “buka rekening satu lagi”. Arus perputaran usaha anda akan ditaruh di rekening ini. Jadi tidak mencampur baur dengan dana investasi lain atau untuk keperluan sehari-hari.

Sekian dari saya.
Semoga bermanfaat.
Mohon maaf kalau ada salah-salah kata.

About upmar102wong

Seorang Planner, Pengatur strategi, negosiator, consular, advisor, mentor, mediator. bangga dg istri yg cantik, pandai, solihah. dia seorang dokter. sekarang saya seorang Development Manager di suatu IT Consulting. Saya suka banget sama kungfu, saya belajar Pa'chi chuan dan Taichi chuan sejak 1998 dari seorang shifu dan seorang guru. saya suka main catur igo, suka baca, nonton film juga. suka bersahabat dg banyak org.
This entry was posted in Motivasi, Tips & Trik. Bookmark the permalink.

4 Responses to Metode budgeting by amplop di era digital

  1. Gilank says:

    Manteb mas, lagi cari2 bukunya MBA itu ketemu tulisan ini, klo dana yang digunakan untuk usaha (sampingan selain kerja kantor) itu masuknya di mana ya mas? apakah masuk di investasi lain2? ide untuk buka rekeningnya patut di coba😉

    • upmar102wong says:

      Saya baru dapet bukunya malahan hahaha… langsung beli dari Mas Aidil Akbar, isinya bagus. Ternyata lebih dalam dari bahasan saya hahaha… dia juga bahas seperti yg saya tulis tapi lebih detail sampai persiapan pensiun🙂 MBA itu ternyata cuman buat latihan / games aja, implementasinya seperti yg saya tulis sebelum baca buku ini hihihihi😀 semoga bermanfaat ya🙂

  2. misbmanise says:

    bang, buat yang masih jadul baru ngeh sampe bab ATM.
    transfer ke 4 bank pake ATM masing2 Rp5000.
    Uang 20 rebo hilang tiap bulan. padahal klo 20 *12 bulan = 240rb. bisa buat beli kokokranc 240 renteng.
    huaaaaaaa….. hik hik hiks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s