Pa’ Chi Chuan


Perhatian : Kami sudah tidak ada latihan di Senayan lagi, untuk bergabung silahkan kunjungi Perguruan Kungfu Bajiquan dan Taichi Energi Alam Semesta ( 0815 9396 122 )

Dalam sistem Pachi Chuan, sebenarnya tidak banyak jurus atau bentuk seperti sekarang dijumpai. Banyak praktisi Pachi Chuan awal, yang sebelumnya berlatih beladiri lainnya, membawa banyak Teknik-Teknik beladiri terdahulunya ke dalam Pachi Chuan yang ia pelajari. Teknik-Teknik umum biasanya (tidak termasuk Teknik menggunakan senjata): Chinkang Pashu (latihan delapan emas), Pachi Hsiao Chia / Chin Pu Tiao Chang (Pachi Chuan bentuk kecil), Pachi Chuan (Pachi Chuan bentuk besar), Pachi Tui Chia / Tuita (latihan berpasangan), dan Liu Ta Kai (enam pembukaan besar).

Tahap latihan sistem Pachi Chuan mencakup tiga tahap. Tahap pertama meliputi: Chang Chuang (menyangkut sikap dan posisi) atau Ti Ben pu, Chin Kang Pa Shu dan Pachi Hsiao Chia. Kuda-kuda membantu untuk memperkuat kaki, meningkatkan semangat dan pengendalian Chi. Kuda-kuda merupakan hal pertama dan merupakan latihan paling sulit bagi para praktisi Pachi Chuan. Chin Kang Pa Shu digunakan untuk pengembangan Teknik pengerahan tenaga utama dalam Pachi Chuan. Pachi Hsiao Chia adalah latihan pergerakan tubuh, teknik dasar dan pembentukan karakter beladiri. Tahap pertama biasanya memakan waktu satu sampai tiga tahun. Setelah menyelesaikan tahap yang pertama, dapat dikatakan bahwa praktisi Pachi Chuan memenuhi tahap siklus kecil dari sistem ini.

Tahap kedua meliputi: Pachi Chuan, Pachi Tui Chia / Tui Ta, dan Liu Ta Kai. Semua latihan tersebut untuk melatih gerakan tubuh secara internal, eksternal dan semua teknik-Teknik dalam sistem Pachi Chuan. Tahap ini memakan waktu tiga tahun. Setelah tahap ini, kekuatan eksternal seseorang, internal dan kekuatan Chi Kung seharusnya meningkat. Tahap terakhir adalah pelatihan internal. Hal ini termasuk: Hsu Hsi Kung (Chi Kung, Teknik untuk meningkatkan sistem internal), Nei Tong Kung (Chi Kung Teknik pergerakan sistem internal, untuk merasakan Chi dan meningkatkan kesehatan) dan Kou Kung Chi (Chi Kung Teknik menembuskan nafas dan sinkronisasi dengan tenaga). Teknik-tehni dipercaya berasal dari Teknik Chi Kung Kuil Shaolin. Sampai saat ini sulit ditemukan orang yang mengakui mencapai tingkat tertinggi. Tapi ada suatu pepatah umum: “Setelah sepuluh tahun latihan yang serius, orang bisa mengatakan menyelesaikan siklus sistem besar.”

Dalam beberapa dekade terakhir, kebanyakan pada masa pemerintahan Republik Rakyat Cina, banyak praktisi Pachi Chuan diangkat sebagai pengawal pejabat pemerintahan. Mungkin banyak yang bertanya apakah hal yang menjadikannya istimewa. Teknik Pachi Chuan sangat efektif dan karenanya Teknik-Teknik itu merupakan Teknik yang sangat utama dalam sistem ini. Semua Teknik Pachi Chuan sangat sederhana, lurus ke depan dan rapat. Pachi Chuan memiliki Teknik kuncian, seorang praktisi Pachi Chuan dalam sesaat dapat mematahkan lengan lawan dengan hanya menyentuh lengannya dan secara tiba-tiba mengejutkan seluruh tubuh lawannya.

Tujuan utama dari latihan Pachi Chuan adalah untuk mengembangkan daya hantam sesaat. Setelah menguasai Teknik ini, beberapa teknik yang sangat efisien dapat dilakukan atau diimplementasikan. Karenanya Teknik pengerahan tenaga ini merupakan hal paling mendasar dalam sistem Pachi Chuan. Tanpa kekuatan ini, teknik Pachi Chuan tidak berbeda (atau bahkan lebih buruk) dari beladiri lainnya. Kekuatan yang sangat keras dan tajam dilepaskan. Dikatakan seorang pendekar Pachi Chuan yang sangat ahli dapat menggeser peluru senapan dari jarak dekat secara (tingkat ini sangat tidak biasa, jadi jangan pernah melakukan hal ini). Seperti kebanyakan Kung Fu lain, Pachi Chuan adalah sebuah sistem yang kompleks. Berdasarkan Teknik intinya, banyak teknik dikembangkan seperti menusuk, bantingan, dan melempar.


27 Responses to Pa’ Chi Chuan

  1. gede says:

    hmmm… gimana dengan kungfu islam di cina ” 6 kehendak”?

    • upmar102wong says:

      namanya Xinyi Liu he Quan Pak, akses pengetahuan saya ke ilmu ini terbatas. Sebenernya ini salah satu varian dari kungfu Tao Xinyi yg dikembangkan oleh suku Hui. Saya lebih spesifik ke Taichi dan Pa’Chi chuan karena kebetulan dapatnya guru yg mengajari itu. “The Man behind the gun”, bukan senjatanya yg membuat org itu hebat, tapi orangnya yg membuat sesuatu itu hebat. Bukan kungfunya yg hebat, tapi org yg melatihnya yg membuat kungfu itu terkenal. Terima kasih atas commentnya Pak. ^_^

  2. debuterbang says:

    menarik sekali, btw kemarin sempat berhenti thifan kenapa ya mas?

  3. Micky says:

    Halo pak Martin minta dong no hp.

  4. Amal Shaleh says:

    Assalaamu’alaikum wr wb
    Nama saya Amal Shaleh. Saya asli dari Belanda. Saya sudah tinggal di Indonesia 11 tahun.
    Saya tertarik dengan TaiChi Chuan. Ada kesempatan di Jakarta Timur (Kalimalang) mengajar saya senin-Jumat waktu sekolah?

    Jzk.

    Wassalaam.

    • upmar102wong says:

      Wa’alaikusalam wr wb Pak Shaleh. Saya cuman bisa mengajar di tempat saya saja Pak. Kalau berminat silahkan datang, email saya nanti saya kasih alamat. Latihan hanya setiap minggu pagi jam 9. Latihan sangat lama, fundamentalnya harus saya kuatin dulu, baru lama dapet jurus dan diajarin teknik berkelahi

  5. tabaco says:

    mau tanya…manfaat berlatih rangkaian jurus tu apa ya? dan apakah keahlian beladiri bisa didapat hanya dengan mengulang2 jurus tanpa berlatih dengan partner?

    • upmar102wong says:

      latihan “fundamental”-nya. fundamentalnya diterapin ke jurus. kalau belajar jurus aja sih menurut saja percuma saja. karena kalau berkelahi biasanya gak kepake (susah dipake karena cuman dihapal). rangkaian jurus itu untuk melatih pola-pola tenaga/energy yg dilatih dari fundamentalnya. Jadi bisa mengerti gunanya, manfaatnya, reaksi apa aja yg terjadi. kemudian juga mengulang2 jurus itu seperti “membiasakan” tubuh untuk bereaksi saat diserang.

      Ibarat seperti anak bayi, baru belajar jalan. itu terus dilatih, sampai dia terbiasa jalan dan berjalan menjadi kebiasaan yg otomatis karena sudah “membumi” dengan tubuh kita.

      Kalau mau tarung/sanshou/fight boleh saja kalau sudah dilatih. tapi tetap saja gak bisa dipake secara optimal, namanya juga “latihan”. Kalau pun anda baru belajar sebentar, masak langsung disuruh fight? sama aja baru belajar jalan, disuruh nyebrang jalan sendiri.

      Jujur saja, banyak yg suka karena “melihat” jurusnya. Tapi pas latihan sungguhan malah mundur perlahan-lahan, atau hilang begitu saja karena udah keburu bosan atau gak tahan dengan latihan fundamental-nya yg justru penting yg biasanya namanya “fundamental” itu diulang2, begitu2 saja. membosankan dan capek.

      Keahlian beladiri yg diajarkan Shifu saya, adalah makna sejati “beladiri” bukan “seni”. Artinya dipakai hanya dalam keadaan terdesak, saat gak bisa lari lagi. Itu pun utk melumpuhkan dg cepat, dg efek yg sefatal mungkin dalam serangan singkat, agar menciptakan peluang untuk lari lagi. Jadi bukan buat jago2an tujuannya🙂

  6. irham syah says:

    assalamualaikum…
    mas, saya di surabaya, saya sudah coba cari tempat pelatihan di surabaya, kyknya gka ada (mungkin ada tp tdk terdeteksi )…kalo boleh minta saran…dari internet sampean punya link belajar baji quan ? atau bisa tolong saya belajar jarak jauh.? terima kasih

  7. ikhwan says:

    boleh minta kontak dan alamatnya bang?bs diemail ke ikhwanabdillah@gmail.com
    Mturnuwun
    Wassalam

  8. Hendra says:

    Mau tanya….kalau sedang tipus apakah boleh latihan taichi? Dan kalau sudah sembuh apakah boleh berlatih? Boleh di pm alamatnya pak? nanti siapa tau setelah sembuh saya bisa mengunjungi tempat bapak….terima kasih

  9. deff d'blue says:

    pengen latihan bajiquan koh.. Itu tempatnya dimana ya dan biaya perbulannya berapa koh😀

  10. Ahmad Redha says:

    Mau tanya Pak, di daerah jawa timur kan belum ada yg mengajarkan Pa’Chi Chuan..
    Kalau misalnya saya dan teman2 mengadakan workshop Pa’Chi Chuan di Surabaya atau Mojokerto dengan bapak sebagai narasumbernya, kira2 bagaimana pak?
    Banyak yg penasaran kepingin belajar kungfu ini soalnya.. Daripada ntar ujung2nya pada belajar lewat video.. hehe..

  11. Phieza says:

    Assalaamu alaikum Pak,
    Mau tanya nih, kalau orientasinya untuk kesehatan, jaga stamina dan menghindari penyakit-penyakit yang mungkin bisa timbul pada usia di atas 40-an, kira-kira lebih efektif bajiquan atau taichi chuan?
    Terima kasih sebelumnya yaaa… BTW pengen sekali nih ikut gabung.

    Wassalam,
    Phiezq

  12. Adin says:

    Selamat pagi pak,
    Kalo d surabaya ada tempat berlatihnya gak.ya
    Trus kalo sdh usia 35an gini masih bisa ndak berlatih pak
    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s