S/W Project Management

Tidak terbayang sebelumnya bahwa saya akan diberi kepercayaan menjadi Project Manager. Saat saya masih menjadi programmer, tentu akan lebih mudah memanage sejumlah “source code”, modul dan resource berupa object mati. Ini disebut micro managing. Sama seperti kita, memanage badan kita, agar bisa menopang kita bekerja dan menyambung hidup dg makan dan minum, dll.

Namun saat anda menjadi Project Manager, kompleksitasnya menjadi lebih rumit, karena anda harus melatih para mikro manager ini. Sama saja seperti anak yang tumbuh besar dan mengatur anak-anaknya kelak. Memang beberapa bahasan akan beda-beda tipis dengan bagian lain dari blog ini yaitu “Leadership”, tapi pada bagian ini akan lebih fokus kepada implementasi dan teknis pelaksanaan dalam bidang Software Project Management.

Kenapa sih koq saya spesifik banged di Software Project Management? Mungkin ada yg bertanya demikian. Pertama, walaupun saya belajar Project Management secara umum, namun demikian saya melihat beberapa keunikan dari Software Development Project, dan karenanya saya membatasi hanya memilih berkecimpung dengan hal ini saja. Setiap Software Development adalah unik kata Teresa Luckey dan Joseph Philips. Karena setiap programmer adalah orang-orang yg dengan teknik problem solving yg unik. Mereka itu ibarat pelukis yang karya-karya seninya unik antara satu dan lain. Masing-masing punya karakter dan ciri khas tersendiri.

Alasan kedua, karena dunia saya ya Software Development Project. Saya mungkin bisa saja menulis teori-teori Project Management secara umum. Tapi bagi saya hal itu kurang menarik dan lebih terkesan sok tau. Iya sok taulah, wong saya gak pernah ngalamin apalagi mengerjakannya, koq bisa-bisanya nulis begitu hehehe. Lagipula saya lebih senang menjelaskan sesuatu melalui pengalaman-pengalaman sehari-hari. Pengalaman-pengalaman itu lebih berbekas dalam ingatan saya, dan juga bisa jadi pelajaran bagi rekan-rekan lain yang mengalami masalah yang sama di kemudian hari.

Adapun penulisan blog tentang Software Project Management ini bukanlah bermaksud menggurui para pembaca. Namun juga sebagai umpan saya dalam mempelajari dan memperbaiki teknik-teknik yang saya miliki, sangat bersyukur kalau ada yang bisa share ilmu dan trik baru. Di lain sisi jika tulisan saya ada yang bermanfaat bagi rekan-rekan dalam menghadapi masalah di lapangan, saya senang kalau tulisan itu juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Berbicara tentang Software Project Management seperti halnya Project Management umum, pembicaraan akan berkisar mengenai “Iron Triangle” sebagai 3 hal pokok yang “Wajib” diperhatikan dalam Project Management.

8 Responses to S/W Project Management

  1. satoto says:

    saya tertarik untuk belajar jika bisa lewat email.
    saya ditawari untuk proyek diklat satpam
    bagaimana tehnik mengatur keuangan sederhana
    dengan sistem

  2. calvin says:

    Saya sering mengalami kendala keterlambatan penyelesaian implementasi untuk proyek yang mana mengakibatkan membengkaknya biaya implementasi. bagaimana cara mengatasinya?
    terima kasih

    • upmar102wong says:

      sama saya juga hehehehe… keterlambatan gak selalu dari sisi kita, karena project manajemen adalah hal yang sangat kompleks. banyak hal yg musti kita pelajari untuk nyemplung di bidang ini. kalau saya mempersiapkan:

      – ilmu-ilmu leadership (khususnya phsycological leadership)
      – project management sendiri
      – strategi marketing
      – body language

      keliatannya rada-rada aneh memang hahahaha… kenapa begitu? ada beberapa level yg anda hadapi: 1. anak buah, 2. atasan, 3. user. anak buah anda harus menegakkan disiplin, itu yg paling penting bagi saya. untuk masalah kesempurnaan pekerjaan nomor 2, skill bisa dibentuk membentuk pribadinya agar bisa align sama team yg susah. pengalaman saya, punya anak buah pintar dg attitude buruk itu sangat menyebalkan dan menyulitkan dibanding orang yg baik, attitude bagus, mau maju tapi skill pas-pas-an atau novice sama sekali. Pada akhirnya bisa dibentuk juga skill-nya karena setiap hari menghadapi pekerjaan yg itu-itu saja. kalo skill jelek, attitude jelek…apa yg bisa kita harapkan? kalo saya minta diberhentikan saja atau dimutasi, minta pemain pengganti. karena org dg attitude jelek kayak virus yg akan menyebarkan penyakit ke temannya yg lain. 2 atasan, intinya atasan ingin dengar berita baik. hal yg paling penting bagaimana mengemas kabar buruk agar bisa diterima dengan baik oleh atasan. 3, user. user selalu menuntut lebih dari yg kita berikan namun memberi sedikit dari yg bisa mereka berikan. ini pasti, dan sudah sifat dasar dalam perniagaan. kadang dalam institusi besar user melakukan trik-trik yg terkadang menguntungkan pihak mereka. ini memerlukan pendekatan psikologi dan strategi. inti menghadapi semuanya adalah “timing”. paling tidak yg bisa dijaga pasti adalah di sisi kita, kalau di software development, ya phase “development”. karena tantangan project manager bukan saat develop, tapi saat menghadapi user di SIT atau UAT, bahkan saat PAT.

      Hal terpenting prinsip saya adalah “saya tidak menganggap sesuatu itu pernah diucapkan/dilaporkan apabila tidak ada bukti tertulis (email, defect log, dokument kertas, dsb). saya anggap angin lalu”. Setiap perintah, setiap changes request, setiap komplain, bahkan compliment diarahkan untuk terdokumentasi, agar bisa menjadi bukti dan sandaran di suatu hari. Jika komplain atau changes request, saya biarkan mereka membuat email atau dokumen tanpa saya ingatkan, kalau tidak muncul ya saya gak akan kerjakan, dan kalau suatu hari ditanya, saya akan balikan “email mana? dokumennya mana?”

      untuk user berikan saja apa yg mereka “butuhkan”, jangan berikan apa yg mereka “inginkan”. agar kita gak terjebak dengan pekerjaan yg tiada berujung. belum lagi kalau kita disalahkan karena kadang suka ada orang yg lebay, ingin merasa dibilang jago dan dapat pujian memberikan “lebih” dari yg dibutuhkan. akhirnya, ada bugs, akhirnya disalahkan, dan harus memperbaiki. pernah suatu ketika, saya terjebak dg pikiran begitu. idealnya memang kita memberi yg terbaik, bahkan lebih baik dr yg diminta. akhirnya feature yg saya buat itu, ada bugs. dan mereka mempermasalahkan itu, menyuruh kita memperbaiki. akhirnya saya kebetulan mampu berkelit, “jadi maunya gimana? karena ini gak ada direquirement, saya hapus saja feature ini. kalau mau dibiarkan ada di situ ya akan sangat membantu pekerjaan kalian, tapi emang ada bugs tapi gak major. tapi kalau kalian risih dg bugs itu dan tim saya harus memperbaiki, saya akan hapus feature ini mengikuti requirement yg telah disepakati dg konsekwensi pekerjaan kalian akan lebih ribet”… akhirnya lebih milih dihapus dan mau ber-repot2 kerja secara operasional hahahaha. semoga bermanfaat share pengalaman dari saya ^_^

  3. iwon says:

    dari gambar iron triangle diatas, yg disisi kanan atas artinya apa ya?
    kalau kiri dan bawah kan artinya uang/modal sama waktu/timing. bener nggak?
    sharingnya menarik sekali…

    • upmar102wong says:

      Scope, Pak Iwon. Ketiganya itu harus seimbang, kalo gak seimbang Project-nya bakal kacau. Perlu kelihaian dalam negosiasi kalau udah kayak gitu. biasanya customer sukanya ngubah spec, nambah spec, tapi susah kalau ngomongin penyesuaian dana atau waktu. maunya selesai dalam 2 minggu, tapi tiba2 berubah pikiran, minta diubah tapi waktunya tetap minta 2 minggu… hehehe😀

  4. iwe says:

    oh ya,saya ada seorang project manager di bidang property/developer, sekaligus pemilik (perusahaan keluarga). semoga kita bisa saling sharing mengenai project manager

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s